Sebagai seni yang bernilai tinggi dan merupakan warisan Indonesia untuk dunia yang sangat adiluhung, wayang mestinya mendapat perhatian seluruh elemen masyarakat, terutama pekerja seni dan juga pemerintah. Bentuk perhatian itu yang konkret adalah bagaimana menjadikan nilai nilai cerita yang ada dalam pewayangan, yang mengandung nilai nilai luhur dan menjadi bekal bagi manusia dalam mengarungi kehdiuapan, bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari.
“Artinya, wayang harus dubumikan. Wayang harus akrab dan bisa menjadi contoh nyata bagaimana nilai nilai baik dan buruk bisa jadi cermin masyarakat di tengah perubahan dunia yang sangat dahsyat,” ujar Krisnina Maharani Akbar Tandjung, kepada Koran Jakarta, Jumat (8/4)
Harapan perempuan yang akrab disapa Nina Tandjung ini terkait Pegelaran Wayang Orang dengan lakon cerita “Sotya Gandhewa” yang akan dipentaskan di Teater Kutamaan, Gedung Pewayangan Kautaman Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, (10/4).sore.
Nina yang selama ini peduli dengan sejarah, seni, dan budaya Indonesia melalui Yayasan yang dipimpinnya, Yayasan Warna Warni, lebih lanjut mengatakan, pelajaran dalam lakon tersebut adalah, bahwa nilai-nilai lama akan selalu berhadapan dengan nilai-nilai baru. “Perubahan adalah Keniscayaan. Tidak ada yang abadi dalam dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri,” ujar istri mantan Ketua DPR dan Ketua Golkar Akbar Tandjung ini..
Menurut Nina yang ikut terlibat dalam pagelaran ini demi membantu Nyonya Surono dan Nyonya Susjarwo yang sudah sepuh 80 tahun tapi masih peduli pada seni wayang, dalam lakon tersebut di atas mengingatkan adanya nilai-nilai positif dalam bermasyarakat, antara lain; memberikan kesempatan yang sama untuk mencapai yang terbaik (oportunitas), tidak membedakan berdasarkan golongan masyarakat; kesetaraan (egalitarian), dan mudah menyesuaikan dengan perubahan jaman (Adaptif,), Dalam nilai-nilai Jawa dikenal dengan kata-kata mulur mungkret, (fleksibel, tidak kaku), ngempan papan, (tahu menempatkan diri), dan nut jaman kelakone, (menyesuaikan perubahan jaman). sur/S1


0 comments:
Post a Comment